Minggu, 01 Maret 2015

MENGHADAPI KETAKUTAN

Sejak dulu, kita udah sering banget menerima nasehat: “Jangan takut, ga boleh takut, ngapain sih takut, cupu deh” dan nasehat-nasehat senada lainnya.
Mungkin sebenernya tujuan sang pemberi nasehat itu baik, supaya kita jadi lebih berani. Tapi terkadang, nasehat-nasehat seperti itu terdengar begitu klise dikuping kita, kadang kita justru berpikir, mereka bisa ngomong begitu karena mereka ga berada dalam posisi kita saat ini makanya bisa ngomong segampang itu.

Tapi bagaimana pun, you can’t avoid them forever, and ignoring them won’t make them go away. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang harus lo pahami supaya lo bisa berdamai dengan ketakutan lo sendiri.

- “Nothing in life is to be feared, it is only to be understood. Now is the time to understand more, so that we may fear less.” – Marie Curie
Sebelum lo bisa menakhlukkan rasa takut lo, lo harus tau dulu kenapa rasa takut lo itu muncul. Misal saat lo takut menghadapi tes ujian masuk perguruan tinggi, apa yang lo takutkan? apakah lo menjadi takut karena lo begitu ingin menjadi mahasiswa berprestasi disana? atau takut ga bisa ngumpul bareng temen-temen lo yang udah keterima disana lebih dulu? atau bahkan sekedar takut dimarahin orang tua lo yang udah berharap banyak?
Contoh lainnya, saat lo takut kehilangan pacar lo. Kenapa lo takut? lo takut ga bisa menjaga dia lagi? atau lo takut dia menemukan yang lebih baik dari lo dan harga diri lo terluka? bisa juga mungkin.. lo sekedar takut jadi sendirian?
Tiap alasan ketakutan itu punya jalan keluar yang berbeda pula, makanya penting untuk lo sadari betul alasan sebenarnya kenapa lo takut dengan begitu lo bisa lebih jernih berpikir mencari cara supaya rasa takut lo itu berkurang.

- “Don’t be afraid of your fears. They’re not there to scare you. They’re there to let you know that something is worth it.” – C. JoyBell C.
“Ah, takut ah, ntar kalo gagal dan berantakan gimana? mending ga usah aja deh, gapapa, biarin idup gue kaya gini-gini aja.”
Jangan pernah menyerah dengan rasa takut lo. Saat lo merasa takut, itu artinya ada sesuatu yang layak untuk lo dapatkan atau pertahankan. If you didn’t fight for what you want, don’t cry for what you’ve lost! Percaya deh, setelah lo bisa mengalahkan rasa takut lo, bakal ada sesuatu berharga yang bisa lo dapetin.

- “Courage is not the absence of fear, but the mastery of it.” – Victor Hugo
“Enak ya jadi lo, pemberani, jadi ga ada yang perlu lo takutin…”
Eits, jangan merasa paling lemah dan menderita gitu dong. Semua orang pasti punya ketakutannya maing-masing, cuma yang membedakannya adalah, orang yang mau berusaha menakhlukan rasa takut itu, dan orang yang hanya bisa mengeluh dan berdiam diri dengan ketakutannya. In the end, we only regret the chances we didn’t take.

- “Fear is the enemy of logic.” – Frank Sinatra
“Aduh, gue mau ini, tapi gue takut, nati kalau gue gini gini gini, ntar malah jadi gitu gimana?”
Ketakutan hanya akan membuat lo menjadi tidak logis. Kalau lo hanya sibuk berkutat dengan ketakutan lo, lo ga akan beranjak darimana pun. Lo hanya akan disitu-situ aja. Fear is an illusion. When you understand this, you’ll be free. Jadi, saat lo ingin melakukan sesuatu, lakukan aja, jangan terlalu nanggepin pikiran-pikiran negatif dari ketakutan tak beralasan lo itu.

Toh, seandainya yang lo takutkan itu tau-tau beneran terjadi, lo inget aja bahwa, things don’t happen for no reason, they happen to teach you something, jadi pasti ada pelajaran berharga yang bisa lo ambil setelah itu. Intinya lo ga pernah rugi kok untuk mencoba sesuatu. Pilihannya cuma dua, Lo mendapatkan sesuatu yang lo inginkan, atau lo mendapatkan sesuatu yang lo butuhkan. Ingat, God knows exactly what you need, who you need, when you need it. So, be afraid, feel the fear, but do it anyway. Live anyway.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar