Selasa, 17 Maret 2015

17 Things I Love About You

Semua berawal dari kesombongan gue. Malam itu gue untuk kesekian kalinya ngajak Randha nebak kira-kita kita bisa sampai jam berapa di tempat tujuan. Karena sebelum-sebelumnya gue selalu bener, kali ini gue sengaja ngusulin yang salah nebak harus melakukan sesuatu. Gue mencetuskan siapa yang kalah harus nulis 17 hal yang kita sukai tentang pasangan.  Gue udah yakin banget kali ini gue menang lagi dan gue memang pengen baca hal-hal apa aja yang Randha suka dari gue. Ternyata Tuhan berkata lain, gue kalah, dan inilah hasilnya.. :’))

17 hal (atau lebih) yang gue suka dari seorang Randha Agusta Arthawa:

1.       Humoris
Gue paling seneng dengan orang-orang yang bisa nyambung bercandaannya sama gue. Randha ga Cuma sekedar humoris, tapi humoris tipe gue. Ada banyak orang yang humoris di dunia ini, tapi ga semua orang bsa ngerti lelucon gue, gitu juga sebaliknya. Bisa aja orang udah mati ngakak-ngakak sampe anfal dan gue tetep datar ga bergeming. Hebatnya Randha, dari sejak kita mulai, tukeran ID line, Randha udah bisa bikin gue ketawa-ketawa sepanjang malam dan ga ngelepasin note gue yang segede nampan itu.

2.       Cerdas
Cerdas dan humoris, dua itu semacam kombinasi mematikan buat gue. Banyak banget orang pinter disekeliling gue, tapi sebagian diantara mereka terlalu serius untuk gue. Bukan berarti gue orang yang ga mau serius, tapi terkadang hidup ini udah terlalu kejam dan gue butuh orang-orang yang bisa gue ajak tertawa bersama ngelepas semua beban yang ada. Randha ga cuma lucu secara natural, tapi dia menggunakan kecerdasannya untuk melucu, itu bedanya.

3.       Unik
Dari sebelum gue mulai intens deket sama Randha, gue udah bisa ngerasain kalau orang ini unik, aneh, beda dari yang lain. Semacam alien yang turun ke bumi dan sedang berusaha menyesuaikan diri dengan manusia bumi, sayangnya radar alien gue terlalu canggih dan bisa mengetahui penyamarannya.

4.       Ramah
Gue suka saat melihat cara dia bertanya arah jalan ke pedagang pinggir jalan. Gue suka saat dia bilang terima kasih ke Pak Ogah dibelokan jalan. Gue suka melihat orang lain yang bisa bersikap baik pada orang-orang yang dianggap berstatus rendah oleh masyarakat.
Gue pernah menemukan seseorang yang prilakunya begitu baik dan santun, gue simpatik, sampai akhirnya gue melihat sendiri bagaimana orang itu bertingkah kasar dan merasa jauh lebih tinggi pada seorang pelayang yang melakukan kesalahan kecil.

5.       Bisa Diandalkan
Entah kenapa gue ngerasa Randha ini adalah tipe cowok yang bisa gue andalkan. Dia bisa bikin gue nyaman, menghilangkan cemas gue atau bahkan rasa sakit gue. Entah bagaimana caranya gue bisa sepercaya itu sama dia.

6.       Ketawanya
Randha punya tawa yang menyihir, setidaknya bagi gue. Sebenernya, diam pun tia terlihat tampan kok, Cuma ada sesuatu yang lebih memikat saat dia tertawa lepas, dan gue benci saat terkadang  dia justru menutup mulutnya dengan tangan saat tertawa. Menghalangi pemandangan indah gue! :))

7.       Pinter Mijit
Udah 2 kali kepala gue tiba-tiba sakit luar biasa ga tertahankan dan ga mau hilang-hilang. Begonya gue ga sedia obat gue dalam tas. Lalu Randha tiba-tiba menjelma jadi tukang pijet keliling dalam bus. Saat itu gue bener-bener kesakitan, ga tahan, rasanya mau mentokin kepala gue ke kaca bus. Gue udah nyender ga berdaya ke kursi depan gue. Randha sibuk mijit-mijit kepala gue dengan tangan hangatnya, beberapa menit kemudian tau-tau gue udah ketiduran. Dan bangun-bangun sakitnya berkurang drastis.

8.       Musik
Gue suka selera musik Randha, walau ga semuanya bisa gue suka tapi setidaknya dia tidak menyukai jenis-jenis musik yang gue tidak suka. Gue juga suka suara Randha. Pertama kali gue denger suara dia langsung waktu dia nyanyi-nyanyi dalam mobil di perjalanan pulang nganterin gue ke tempat Job Fair. Kebetulan waktu itu playlistnya adalah lagu-lagu jadul yang generasi 90an pada umumnya tau. Gue yang biasanya pemalu ini tiba-tiba tersihir dan mau ikut nyanyi-nyanyi bareng dia. Randha juga punya band, sayang lagi vakum, jadi gue belum pernah liat langsung saat dia sedang tampil. Cowok yang bisa main alat musik dan sekaligus bisa nyanyi itu semacam nilai plus banget dimata gue.

9.       Ngemong
Entah efek dia yang anak sulung dan gue anak bungsung atau gimana, tapi gue ngerasa ‘diemong’. Peda dasarnya gue bukan tipe ank bungsu yang manja, justru gue terlihat lebih cool dan dewasa dibanding kakak gue sendiri, dengan sahabat-sahabat gue pun gue entah kenapa jadi lebih berperan sebagai tipe penengah, pendengar dan penasehat yang bisa mereka jadiin tong sampah kapan aja. Tapi Randha bisa membuka itu semua dan tiba-tiba gue bisa berubah jadi anak kecil yang haus kasih sayang :))

10.   Penuh Kejutan
Pertama kalinya Randha membuat gue menangis terharu saat tiba-tiba larut malam dia membuat gue yang udah leyeh-leyeh dalam kamar jadi buru-buru keluar balkon dan ngeliat dia ada dibawah sana :’)

11.   Peka
Cowok itu makhluk yang terlanjur dicap tidak peka, tidak sensitif, tidak bisa mnegerti hal-hal kecil yang diinginkan wanita. Ajaibnya Randa bisa merasakan semua itu, bahkan kadang ternyata dia sudah memikirkan hal-hal yang gue aja bahkan ga kepikiran.

12.   Lembut
Gue curiga waktu dalam kandungan, Randha keracunan marshmellow. Hahaha. Terlepas dari cerita dia bagaimana ancur-ancurannya dia kalau lagi ngumpul bareng sahabatnya sampe semua isi kebun binatang bisa diabsen, atau bagaimana dulu perangai dia waktu SMA yang punya tempramen senggol bacok, tapi yang gue rasa sat dengan gue adalah Randha laki-laki yang sangat lembut :3

13.   Doyan Makan
Hahaha point ini mungkin agak bikin dahi berkerut, tapi bagi gue yang hampir selalu tidak sanggup menghabiskan makanannya, gue butuh seseorang yang mau berbagi makanan, yang bisa gue ajak memenuhi kekepoan gue pada suatu makanan dan gue limpahkan seenaknya saat ternyata gue ga suka hahaha. Gue merasa bersalah sih karna jadi semacam pengacau program dietnya, tapi gimana ya, seneng aja kalu liat dia makan apa aja yang gue bawakan atau buatkan dengan lahapnya. 
Dia juga lah laki-laki pertama gue hidangkan makanan buatan gue (bukan instan). Ya, Randha membuat gue yang selama ini agak malas ke dapur jadi rela memasak lauk-pauk lengkap bersama sayurannya. Dan semua dia bilang enak dan dihabiskan. Asiknya lagi, dia bukan tipe cowok yang anti dengan dapur, dia bisa masak walau mungkin selera kita agak berbeda. :’))

14.   Baik sama binatang
Bisa dibilang gue ini tipe penyayang binatang yang pilih kasih. Gue bisa segitu sayangnya dengan kucing tapi disisi lain gue bisa sebegitu brutalnya dengan kecoa. Gue butuh seseorang yang bisa mengimbangi sifat gue ini, membiarkan gue bahagia dengan binatang-binatang yang gue suka dan bia melindungi gue dari binatang-binatang yang gue ga suka.

15.   Dekat dengan anak-anak
Gue selalu suka laki-laki yang bisa dekat dengan anak kecil. Gue bisa langsung berimajinasi bagimana dia menjadi seorang bapak yang bisa dekat dnegan anak-anak

16.   Tidak merokok, tidak suka minum-minum, dan tidak suka clubbing
3 hal ini susaaaaaaah banget untuk ditemui pada cowok-cowok jaman sekarang, bener-bener langka.

17.   Datang disaat yang tepat
Dan yang paling penting, Randha datang di saat yang sangat tepat, benar-benar tepat.



Selamat 17-an Randha, semoga makin lama kita bareng-bareng, makin banyak lagi list hal-hal yang aku suka dari kamu, jangan justru bikin hal-hal yang aku tulis ini hilang satu persatu ya, yang. I trust you :)


Minggu, 01 Maret 2015

MENGHADAPI KETAKUTAN

Sejak dulu, kita udah sering banget menerima nasehat: “Jangan takut, ga boleh takut, ngapain sih takut, cupu deh” dan nasehat-nasehat senada lainnya.
Mungkin sebenernya tujuan sang pemberi nasehat itu baik, supaya kita jadi lebih berani. Tapi terkadang, nasehat-nasehat seperti itu terdengar begitu klise dikuping kita, kadang kita justru berpikir, mereka bisa ngomong begitu karena mereka ga berada dalam posisi kita saat ini makanya bisa ngomong segampang itu.

Tapi bagaimana pun, you can’t avoid them forever, and ignoring them won’t make them go away. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang harus lo pahami supaya lo bisa berdamai dengan ketakutan lo sendiri.

- “Nothing in life is to be feared, it is only to be understood. Now is the time to understand more, so that we may fear less.” – Marie Curie
Sebelum lo bisa menakhlukkan rasa takut lo, lo harus tau dulu kenapa rasa takut lo itu muncul. Misal saat lo takut menghadapi tes ujian masuk perguruan tinggi, apa yang lo takutkan? apakah lo menjadi takut karena lo begitu ingin menjadi mahasiswa berprestasi disana? atau takut ga bisa ngumpul bareng temen-temen lo yang udah keterima disana lebih dulu? atau bahkan sekedar takut dimarahin orang tua lo yang udah berharap banyak?
Contoh lainnya, saat lo takut kehilangan pacar lo. Kenapa lo takut? lo takut ga bisa menjaga dia lagi? atau lo takut dia menemukan yang lebih baik dari lo dan harga diri lo terluka? bisa juga mungkin.. lo sekedar takut jadi sendirian?
Tiap alasan ketakutan itu punya jalan keluar yang berbeda pula, makanya penting untuk lo sadari betul alasan sebenarnya kenapa lo takut dengan begitu lo bisa lebih jernih berpikir mencari cara supaya rasa takut lo itu berkurang.

- “Don’t be afraid of your fears. They’re not there to scare you. They’re there to let you know that something is worth it.” – C. JoyBell C.
“Ah, takut ah, ntar kalo gagal dan berantakan gimana? mending ga usah aja deh, gapapa, biarin idup gue kaya gini-gini aja.”
Jangan pernah menyerah dengan rasa takut lo. Saat lo merasa takut, itu artinya ada sesuatu yang layak untuk lo dapatkan atau pertahankan. If you didn’t fight for what you want, don’t cry for what you’ve lost! Percaya deh, setelah lo bisa mengalahkan rasa takut lo, bakal ada sesuatu berharga yang bisa lo dapetin.

- “Courage is not the absence of fear, but the mastery of it.” – Victor Hugo
“Enak ya jadi lo, pemberani, jadi ga ada yang perlu lo takutin…”
Eits, jangan merasa paling lemah dan menderita gitu dong. Semua orang pasti punya ketakutannya maing-masing, cuma yang membedakannya adalah, orang yang mau berusaha menakhlukan rasa takut itu, dan orang yang hanya bisa mengeluh dan berdiam diri dengan ketakutannya. In the end, we only regret the chances we didn’t take.

- “Fear is the enemy of logic.” – Frank Sinatra
“Aduh, gue mau ini, tapi gue takut, nati kalau gue gini gini gini, ntar malah jadi gitu gimana?”
Ketakutan hanya akan membuat lo menjadi tidak logis. Kalau lo hanya sibuk berkutat dengan ketakutan lo, lo ga akan beranjak darimana pun. Lo hanya akan disitu-situ aja. Fear is an illusion. When you understand this, you’ll be free. Jadi, saat lo ingin melakukan sesuatu, lakukan aja, jangan terlalu nanggepin pikiran-pikiran negatif dari ketakutan tak beralasan lo itu.

Toh, seandainya yang lo takutkan itu tau-tau beneran terjadi, lo inget aja bahwa, things don’t happen for no reason, they happen to teach you something, jadi pasti ada pelajaran berharga yang bisa lo ambil setelah itu. Intinya lo ga pernah rugi kok untuk mencoba sesuatu. Pilihannya cuma dua, Lo mendapatkan sesuatu yang lo inginkan, atau lo mendapatkan sesuatu yang lo butuhkan. Ingat, God knows exactly what you need, who you need, when you need it. So, be afraid, feel the fear, but do it anyway. Live anyway.